SUNGAILIAT, BANGKA, – Universitas Bangka Belitung (UBB) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui penerapan teknologi tepat guna. Pada [Sebutkan Hari/Tanggal], tim pengabdian masyarakat UBB secara resmi menyerahkan bantuan berupa Mesin Pencacah Sabut Kelapa kepada Pemerintah Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.
Penyerahan alat ini bertujuan untuk membantu warga desa mengolah limbah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, seperti cocopeat dan cocofiber.
Desa Rebo dikenal memiliki potensi perkebunan kelapa yang cukup luas. Namun, tumpukan sabut kelapa seringkali hanya menjadi limbah atau dibakar. Dengan adanya mesin pencacah ini, proses pengolahan yang dulunya dilakukan secara manual atau dibiarkan begitu saja, kini dapat dilakukan dengan lebih efisien.
Ketua Tim Pengabdian UBB menyampaikan bahwa mesin ini dirancang agar mudah dioperasikan oleh kelompok masyarakat atau UMKM di tingkat desa. "Kami berharap teknologi ini tidak hanya berhenti pada serah terima saja, tetapi benar-benar menjadi penggerak ekonomi baru di Desa Rebo," ujarnya.
Kepala Desa Rebo menyambut baik inisiatif ini. Beliau menyatakan bahwa bantuan mesin dari UBB sangat relevan dengan upaya desa dalam mengembangkan unit usaha BUMDes (Badan Usaha Milik Desa).
"Kami sangat berterima kasih kepada UBB. Selama ini sabut kelapa hanya dianggap sampah, tapi dengan mesin ini, kami melihat peluang untuk menyuplai kebutuhan media tanam dan industri kerajinan yang pasarnya masih sangat terbuka lebar," kata Kepala Desa Rebo.
Acara penyerahan ditutup dengan demonstrasi cara kerja mesin dan pelatihan singkat mengenai perawatan alat kepada perwakilan pemuda dan pengelola BUMDes Rebo. Dengan adanya kolaborasi antara akademisi dan pemerintah desa ini, diharapkan Desa Rebo dapat menjadi contoh desa mandiri dalam pengelolaan potensi lokal di Kabupaten Bangka.