SUNGAILIAT, 31 Maret 2026 – Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) secara resmi menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Program Kampung Iklim (PROKLIM) yang berfokus pada aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat tapak. Bertempat di Balai Desa Rebo, kegiatan ini dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, kelompok nelayan, serta penggerak PKK setempat.
Sebagai desa pesisir yang memiliki potensi alam melimpah, Desa Rebo menjadi wilayah strategis dalam upaya pengendalian perubahan iklim. Melalui PROKLIM, YKAN berupaya mendorong kemandirian masyarakat dalam mengenali risiko iklim dan melakukan langkah-langkah nyata untuk melindungi ekosistem sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
Dalam sosialisasi tersebut, tim ahli dari YKAN memaparkan dua pilar utama yang menjadi fokus di tingkat tapak:
"PROKLIM bukan sekadar program pemerintah, melainkan gerakan masyarakat. Kami ingin memastikan Desa Rebo memiliki kapasitas untuk menjaga alamnya tetap lestari sehingga generasi mendatang tetap bisa menikmati kekayaan laut dan daratannya," ujar perwakilan YKAN dalam sambutannya.
Kegiatan ini diakhiri dengan pemetaan partisipatif, di mana warga diajak untuk mengidentifikasi titik-titik di Desa Rebo yang paling rentan terhadap perubahan cuaca ekstrem dan abrasi. Data ini nantinya akan menjadi dasar penyusunan rencana aksi desa yang lebih terukur.
Kepala Desa Rebo menyambut baik inisiatif ini dan berkomitmen untuk mengintegrasikan poin-poin PROKLIM ke dalam kebijakan pembangunan desa ke depan. Dengan kolaborasi antara YKAN dan warga, Desa Rebo optimis dapat menjadi contoh Desa Mandiri Iklim di tingkat nasional.