Loading...
  Tue, 2026-06-23 23:12:19

Detail Berita

PEH CUN WARGA DESA REBO 2026

23 Jun 2026 Posted By: Irma Septiani
Gambar Utama

Semarak Perayaan Peh Cun 2026 di Pantai Takari, Ribuan Warga Padati Tradisi Buang Sial dan Mendirikan Telur

SUNGAILIAT, 20 Juni 2026 – Suasana Pantai Takari di Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, tampak berbeda dan jauh lebih ramai dari biasanya pada Sabtu pagi. Ribuan warga, baik masyarakat lokal maupun wisatawan, memadati kawasan pantai untuk merayakan Perayaan Peh Cun (Festival Perahu Naga) yang jatuh tepat pada hari ini, 20 Juni 2026.

Perayaan adat tahunan yang diselenggarakan oleh masyarakat Tionghoa berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan pengelola wisata setempat ini berlangsung sangat meriah dan sarat akan nilai budaya.

Tradisi Mendirikan Telur di Bawah Terik Matahari Tepat Tengah Hari

Salah satu momen yang paling dinantikan oleh para pengunjung adalah tradisi mendirikan telur. Tepat pada pukul 11.00 WIB hingga 13.00 WIB, saat matahari berada di titik tertinggi (kulminasi), ratusan anak-anak hingga orang dewasa berjongkok di sepanjang garis pantai, mencoba membuat telur ayam mentah berdiri tegak di atas pasir maupun permukaan datar.

"Ajaib sekali, biasanya susah, tapi khusus hari ini karena adanya gaya gravitasi unik saat Peh Cun, telurnya bisa berdiri tegak tanpa jatuh. Ini simbol keseimbangan dan keberuntungan," ujar sdr. Kevin, salah satu pengunjung asal Pangkalpinang.

Ritual Mandi Air Laut dan Makan Bakcang Bersama

Selain mendirikan telur, ritual yang tidak kalah penting adalah mandi air laut tepat pada tengah hari. Berdasarkan kepercayaan turun-temurun, mandi di laut saat hari Peh Cun diyakini dapat membuang sial, membersihkan diri dari energi negatif, serta mendatangkan kesehatan. Begitu jam menunjukkan pukul 12.00 WIB, riuh rendah suara warga langsung memecah keheningan Pantai Takari saat mereka bersama-sama menceburkan diri ke laut.

Tak lengkap rasanya Peh Cun tanpa Bakcang. Panitia penyelenggara tahun ini menyediakan ribuan kuweh bakcang (makanan khas dari ketan berisi daging yang dibungkus daun bambu) untuk dibagikan kepada para pengunjung. Tradisi ini dilakukan untuk mengenang penyair legendaris Qu Yuan.

Simbol Harmonisasi Budaya di Bangka

Ketua Panitia Pelaksana menyatakan bahwa pemilihan Pantai Takari sebagai pusat perayaan tahun ini bukan tanpa alasan. Keindahan pantai yang dihiasi pohon cemara laut berpadu serasi dengan semangat kebersamaan masyarakat Desa Rebo.

Dampak Positif bagi Pariwisata dan Ekonomi Lokal:

  • Peningkatan Kunjungan: Jumlah wisatawan meningkat hingga 200% dibanding akhir pekan biasa.
  • Sektor UMKM Mengeliat: Pedagang makanan lokal, penyewaan sarana pantai, dan penjual suvenir khas Bangka meraup omzet berkali-kali lipat.
  • Pelestarian Budaya: Menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga tradisi Thong Ngin Fan Ngin Jit Jong (Suku Tionghoa dan Melayu sama saja).

Acara ditutup pada sore hari dengan pertunjukan seni barongsai di tepi pantai dan pembersihan area pantai secara gotong royong oleh panitia dan masyarakat demi menjaga keasrian Pantai Takari. Perayaan Peh Cun 2026 sukses menjadi bukti nyata indahnya keberagaman dan potensi wisata budaya di Kabupaten Bangka.

Bagikan Berita: